Berbagai cara digunakan untuk dapat memenangkan perang, termasuk melibatkan menelusup ke daerah lawan. Mungkin cara ini tidak biasa, dipandang aneh pada masa sekarang, tapi jaman dulu, hal tersebut merupakan strategi jitu untuk melibas musuh. Tercatat ada sembilan binatang yang pernah terlibat dalam perang sejak jaman kuno hingga tahun 60-an. Di antaranya, kucing, kelelawar, banteng, lumba-lumba, burung, anjing, tikus, tawon bahkan babi.

Cat Bombs:

Menggunakan binatang untuk memenangkan peperangan memang bukan hal baru lagi. Strategi itu dipakai sejak jaman dahulu kala. Kucing misalnya, dipakai sebagai ‘senjata’ Persia untuk mengalahkan Mesir. Persia tahu kalau kucing sangat dikeramatkan oleh bangsa Mesir. Bahwa, Mesir sangat tabu membunuh kucing dalam peperangan. Mereka juga tahu kalau Mesir tidak akan menyerang bila ada prajuritnya secara tak sengaja membunuh kucing, sebab itu pertanda tidak baik.Maka ketika terjadi perang antara dua bangsa besar itu pada 2500 tahun lalu, pihak Persia memutuskan untuk mengumpulkan kucng sebanyak-banyaknya dan melepaskannya di medan perang. Menghadapi kucing, tentara Mesir kuno tak mampu berbuat apa-apa. Mereka dihadapkan pada dilemma, membunuh kucing-kucing ini atau menyerah.Akhirnya, Mesir pun memilih menyerah

Hal lain lagi, pada Perang Dunia I kucing dipakai untuk mengganyang tikus-tikus yang populasinya makin merajalela dan sangat meresahkan masyarakat. Dibagian lain, kucing juga dipakai untuk mendeteksi keberadaan gas beracun. Kucing-kucing ini dikirim ke parit-parit di garis depan untuk mendeteksi adanya gas beracun.

Seekor kucing bernama Mourka digunakan sebagai pembawa pesan rahasia pada saat pengepungan Stalingrad tahun 1942. Mourka pun menjadi pahlawan dan London Times pun menulis tentang dirinya,” “he has shown himself worthy of Stalingrad, and whether for cat or man there can be no higher praise”.
Cara yang paling kreatif terjadi pada Perang Dunia ke II. The United States’ OSS (Office of Strategic Services) mencari cara untuk memandu bom guna menenggelamkan kapal Jerman.

Seorang mendapat ide, dengan menggunakan kucing sebagai media. Seperti diketahui kucing mempunyai naluri kuat untuk menghindari menginjak tempat-tempat basah, berair. Dan selalu berusaha mencari tempat kering. Jadi jika bom itu diikatkan ke kucing, dan kucing itu dilepaskan dilepaskan di dermaga di mana ada kapal musuh. Kucing secara naluriah akan menghindari air akan melompat ke geladak kapal musuh mencari tempat yg kering.

Setelah CIA terbentuk, lembaga intelijen AS ini pun mencoba menggunakan kucing dalam ‘perang intelijen’. Selama perang dingin berlangsing, kucing dipakai sebagai alat pengganggu. Operasi ini dikenal sebagai Operation Acoustic Kitty. Caranya, tubuh kucing dibedah, kemudian didalamnya ditanam semacam alat pemancar pengganggu di mana ekor kucing berfungsi sebagai antenna.

Proyek percobaan ini memakan waktu bertahun tahun dengan biaya jutaan dolar. Kurang lebih biaya yg dikeluarkan mencapai 15 juta dolar. Saat tes pertama kali, kucing akan dilepaskan di halaman kedutaan Rusia di Washington. Malangnya kucing ini tertabrak mobil saat akan menyeberang jalan . Matilah si kucing dengan cara mengenaskan. Walhasil, proyek inipun segera ditutup. Jadi sia-sialah biaya 15 juta dollar AS itu.

2. War Pigs:

Perang Babi. Istilah ini sungguh aneh, tapi ini bukan ungkapan tapi keadaan sesungguhnya di mana babi dilibatkan dalam pertempuran. Para masa perang kuno, babi-babi dipakai untuk melawan tentara yang menggunakan gajah dan kuda. Mungkin anda pernah melihat dalam film ketika gajah dipakai dalam sebagai kendaraan perang, ibarat ‘tank tempo dulu’.Coba pikir, bagaimana lawan bisa menghentikan gajah, bagaimana cara membunuh binatang yg bobotnya berton-ton. Tapi tentara Roma mendapat akal untuk menggunakan babi yang dibakar. Perang ini disebut perang babi. Seseorang menulis tentang metode Perang Babi ini.

Caranya babi dipakaikan suatu bahan yang mudah terbakar, kemudian dilepaskan pada musuh. Babi yang kepanasan dengan suaranya yg menguik-nguik akan berlari lintang pukang kearah lawan yg mengendarai gajah dan kuda. Sudah tentu, gajah dan kuda akan lari tunggang langgang mengindari babi-babi ini. Maka kacaulah pihak lawan karena mereka sudah pasti tidak bisa mengendalikan gajah dan kuda yg tengah panic.

Sayangnya selain catatan Pliny ini tidak ada lagi catatan lebih rinci tentang penggunaan metode Perang Babi ini, termasuk penjelasan dipakai dalam perang apa melawan apa.

3. Land Mine Detecting Rats:

Seperti halnya babi, tikus juga dipakai sebagai senjata pada masa perang masa lalu. Metode perang tikus ini sama dengan babi, di mana tikus yang dibakar dilepaskan hidup hidup ke lokasi musuh. Tikus tikus ini akan dengan panic menuju musuh dan merusak apa saja di sana. Biasanya, dilepaskan di camp musuh.Cara lain lagi adalah dengan melepaskan tikus tikus mati yang menyebabkan wabah pes. Tahun 1346 pemusnahan kota Kaffa (sekarang Feodosija, Ukraine) dilakukan tentara Tartar (mongol) dibawah Jengis Khan. Pes menyebar dan terbukti melemahkan kekuatan musuh.

4.Lumba-lumba Pembunuh:

Tahun 60-an Amerika juga menggunakan lumba-lumba sebagai mesin pembunuh dalam perang. Rusia pun melakukan hal yang sama. Spesialisasi makluk ‘sahabat manusia’ ini adalah penghancur kapal selam musuh.
5. Merpati Pos dan Burung Kenari:

Mungkin merpati pos, kita semua sudah tahu kegunaannya pada masa lalu. Bukan hanya pada masa perang tapi sejak jaman dulu Merpati digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan jarak jauh. Pada masa perang kegunaannya lebih lagi, apalagi ketika alat komunikasi tidak berfungsi. Maka merpatilah salah satunya yang digunakan untuk menyampaikan pesan pesan militer rahasia. Sementara burung kenari dimanfaatkan untuk mendeteksi serangan gas beracun pada Perang Dunia I.
6.Serangga:

Pada masa Romawi kuno, serangga merupakan senjata perang yang sangat efektif. Salah satunya adalah tawon. Sarang-sarang tawon dilemparkan ke sarang musuh dan membuat kocar-kacir musuh yg dikejar ribuan tawon yg pecah dari sarangnya.
7.Kelelawar:

Sesudah kejutan di Pearl Harbor, Amerika pun mencari cara membalas dendam pada Jepang. Lytle Adams, mencari cara yang efektif menjatuhkan bom ke wilayah musuh. Salah satu yang menjadi ide adalah pembawa bom adalah binatang. Ide ini kemudian disampaikan pada White House, dan disetujui untuk melakukan penelitian dan pengembangan. Berbagai percobaan dilakukan, macam-macam spesies diuji.Dipilih spesies yang bisa terbang. Akhirnya jatuhlah pilihan pada kalelawar. Bom seberat 1 ons diikatkan di dadanya. Harapannya, kalelawar yg dilepaskan di daerah musuh akan terbang dan mencari gudang atau gedung, kemudian akan tidur di sana. Bom akan distel sehingga akan meledak pada saat yg dibutuhkan.

Dalam percobaan, ternyata bom-bom kalelawar ini malah meledak di hangar dan general mobil. Percobaan belum berjalan sempurna, masih dibutuhkan waktu lama untuk sesuai dengan rencana, sementara tindakan terhadap Jepang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Akhirnya gagasan ini ditunda karena keterbatasan waktu. Lebih cepat adalah melepaskan bom atom langsung ke sarangnya yakni, Hirosima dan Nagasaki

8. Anjing Anti-Tank:
[Gambar: dog_mine_001.jpg]
Nyatanya anjing pun tak ketinggalan digunakan dalam Perang Dunia II. Untuk menyerang tank musuh, Soviet pun melepaskan anjing-anjing yang terlatih menuju kolong tank lawan. Pada punggung anjing diikatkan bom yang akan meledak jika menyentuh bagian bawah tank yang memang sedikit pelindung bajanya.
9.Banteng Pembunuh:

Banteng digunakan dalam perang masa lalu oleh bangsa Cina. Tanduk banteng diikat pisau, ekornya diberi jerami kering lalu banteng banteng ini dilepaskan ke daerah lawan. Binatang ini akan berlari ke setanan seperti banteng ngamuk yang mengejar matador. Nah, di belakang banteng, ikutlah ribuan prajurit Cina menyerbu. Biasanya, cara ini digunakan pada malam hari sehingga mudah membuat pasukan musuh panic dan lari terbirit-birit mendapat serbuan banteng.